Tampilkan postingan dengan label KKG Gugus Dipayuda Banjarnegara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKG Gugus Dipayuda Banjarnegara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Januari 2011

PANDUAN PENGELOLAAN STUDY VISIT (KUNJUNGAN BELAJAR KE KELOMPOK KERJA DAN KE SEKOLAH)

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008, pasal 47 ayat 4 mengamanatkan bahwa pengembangan dan peningkatan kompetensi bagi Guru yang sudah memiliki Sertifikat Pendidik dilakukan dalam rangka menjaga agar kompetensi keprofesiannya tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dan/atau olah raga. Satu cara untuk melakukannya adalah dengan menggunakan kelompok kerja-kelompok kerja pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah ada sebagai media. Dalam program BERMUTU media ini diberdayakan fungsinya sehingga setelah melaksanakan program BERMUTU diharapkan KKG/MGMP/MKKKS/MKPS/KKKS/KKPS menjadi kelompok kerja yang aktif dalam meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).

Peningkatan profesionalisme PTK merupakan visi Ditjen PMPTK. Secara lengkapnya visi Ditjen PMPTK tersebut adalah “Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Profesional dan Bermartabat”. Salah satu ciri yang selalu melekat dalam seseorang yang profesional adalah mampu mempertunjukkan kompetensinya. Program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) adalah program BERMUTU. Tujuan program BERMUTU adalah untuk mendukung upaya peningkatan kualitas dan kinerja pendidik (guru) melalui peningkatan penguasaan materi pembelajaran dan keterampilan mengajar di kelas. Tujuan ini dapat tercapai salah satunya melalui peningkatan pengembangan profesional berkelanjutan.
Peningkatan pengembangan profesional berkelanjutan bagi tenaga PTK dapat dilaksanakan melalui kegiatan belajar yang dilaksanakan di kelompok kerja. Kegiatan belajar di kelompok kerja dalam program BERMUTU ditandai dengan ketercapaian sejumlah indikator. Indikator keberhasilan program BERMUTU di tingkat kelompok kerja KKG/MGMP adalah: (1) pengembangan kurikulum dan silabus; (2) pengembangan RPP; (3) pelaksanaan kajian kritis; (4) pengembangan analisis butir soal dan bank soal; (5) pelaksanaan penelitian tindakan kelas; (6) penulisan jurnal belajar; (7) pemantauan kualitas guru; dan (8) pemetaan kompetensi guru.
Upaya peningkatan pengembangan professional berkelanjutan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara tersebut adalah melalui kegiatan study visit atau kunjungan belajar ke objek belajar, dengan tujuan untuk mempelajari aspek-aspek yang dianggap lebih baik yang dimiliki oleh objek belajar tersebut.
Study visit dilaksanakan untuk memberikan wawasan kepada peserta belajar di kelompok kerja mengenai pengalaman praktis terbaik orang lain yang melakukan kegiatan yang sama (kegiatan KKG/MGMP/MKKS/KKKS/MKPS/KKPS) dan implementasi hasil kegiatan tersebut di sekolah. Dengan melakukan study visit diharapkan peserta belajar di kelompok belajar dapat mengembangkan kinerjanya masing-masing sesuai tugas dan fungsinya di sekolah.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Tujuan umum penyusunan Panduan Pengelolan Study Visit ini adalah untuk memberikan kemampuan kepada guru/kepala sekolah/ pengawas sekolah pemandu dalam mengelola study visit.
2. Tujuan khusus
Setelah mempelajari panduan ini, guru/kepala sekolah/ pengawas sekolah pemandu diharapkan dapat:
1. merencanakan program study visit;
2. melaksanakan program study visit;
3. membuat laporan pelaksanaan program study visit;
4. membuat program tindak lanjut hasil study visit.

C. Landasan Hukum
Penyusunan Panduan Pelaksanaan Study Visit ini merujuk pada beberapa dasar hukum sebagai berikut.
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
5. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
6. Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Kepala Sekolah;
7. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Pengawas;

II. STUDY VISIT
A. Pengertian
Study visit merupakan suatu kegiatan kunjungan belajar dengan tujuan untuk mempelajari aspek-aspek yang dianggap lebih baik dan lebih berhasil yang dilakukan oleh Kelompok kerja atau sekolah dalam mengelola kegiatan pembelajaran.
Dalam proses pengelolaan study visit, kelompok kerja yang akan belajar kepada kelompok lain yang dianggap lebih berhasil terjadi proses identifikasi aspek yang dianggap perlu ditingkatkan, identifikasi kelompok-kelompok lain yang mempunyai kelebihan di aspek yang serupa dengan hasilnya, dan lebih penting lagi, bagaimana mereka melakukannya.
Hal ini memungkinkan kelompok kerja mengembangkan rencana bagaimana membuat perbaikan atau mengadaptasi praktik terbaik tertentu, biasanya dengan tujuan meningkatkan beberapa aspek kinerja. Proses pembandingan dalam study visit mungkin dilakukan satu kali, tetapi sering dianggap sebagai suatu proses yang berkesinambungan di mana kelompok kerja terus berusaha untuk meningkatkan praktik-praktik mereka.
Secara sederhana pengelolaan study visit, terdiri atas tiga tahap yaitu perencanaan, pelakasanaan, dan pelaporan. Perencanaan dapat dituangkan dalam sebuah panduan. Rancangan kegiatan untuk study visit, yang dibuat secara rinci dan matang akan lebih mendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan dimaksud.

B. Pengelolaan Kegiatan Study Visit
Pengelolaan sering dikenal dengan kata manajemen. Menurut Ricky W.Griffin, manajemen atau pengelolaan didefinisikan sebagai sebuah proses perencanaan, penggorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran atau tujuan secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan atau tepat guna, sedangkan efisien (daya guna) berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisis, dan sesuai dengan jadwal yang direncanakan/ditentukan.
Dalam mengelola suatu kegiatan hendaknya menggunakan fungsi-fungsi manajemen. Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses pengelolan yang dijadikan acuan oleh pengelola dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Henry Fayol mengemukakan tiga fungsi utama dalam manajemen, yaitu sebagai berikut.
1. Perencanaan (planning); dalam fungsi ini pengelola kegiatan harus memikirkan apa yang akn dikerjakan dengan sumber daya yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan kegiatan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya tidak dapat berjalan.
2.Pengorganisasian (organizing); pengorganisasian merupakan kegiatan yang berhubungan dengan tindakan-tindakan menentukan sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk pencapaian tujuan kegiatan. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggungjawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
Untuk kemudahan kegiatan actuating (pelaksanaan) dan coordinating (koordinasi) digabung ke dalam kegiatan pengorganisasian.

3. Pengendalian (controlling); kegiatan pengendalian merupakan kegiatan pengawasan untuk memastikan semua rancangan kegiatan yang dilaksanakan diupayakan sesuai dengan rencana.

III. PENGELOLAAN STUDY VISIT
A. Perencanaan
Dari pengelolaan study visit, perencanaan merupakan tahap yang jika dilakukan dengan cermat akan mendukung keberhasilan kegiatan study visit. Beberapa hal yang perlu dilakukan di tahapan ini adalah sebagai berikut.
1. Menentukan Aspek Yang Akan Dipelajari
Inti tujuan dari Study Visit adalah untuk memperbaiki kinerja KKG/MGMP/MKKS/MKPS/KKKS/KKPS. Dengan demikian dasar untuk mengembangkan program selayaknya berasal dari hasil evaluasi diri.
a. Buatlah daftar aspek yang perlu ditingkatkan dan akan dipelajari melalui Study Visit dari hasil pemetaan kompetensi (TNA) atau evaluasi diri masing-masing guru/kepala sekolah/pengawas pemandu, guru/kepala sekolah/pengawas peserta belajar, dan pengelola kelompok kerja.
b. Susunlah daftar tersebut berdasarkan skala prioritas dan pilihlah satu atau dua aspek yang paling diperlukan.
c. Petakanlah aspek apa saja yang akan dipelajari oleh masing-masing orang berdasarkan daftar skala prioritas melalui diskusi di kelompok kerja.
d. Kelompokanlah hasil pemetaan tersebut ke dalam beberapa aspek saja sehingga study visit mudah dikelola. Misalnya kelompok yang akan mempelajari pembelajaran PAIKEM, PTS, atau pengelolaan sarana prasaran untuk kegiatan on-service.
e. Rincilah informasi dan dokumen yang diperlukan dari pihak yang akan dikunjungi. Tentukan cara informasi tersebut akan diperoleh. Misalnya melalui pengamatan atau wawancara.

2. Menentukan Sasaran Study Visit
Satu tujuan study visit adalah belajar dari keberhasilan pihak yang dikunjungi. Informasi yang layak digali diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Indikator Keberhasilan
Galilah indikator pengalaman berhasil yang dimiliki pihak yang dikunjungi sehingga bisa dikategorikan berhasil. Informasi ini akan membantu peserta study visit untuk menentukan keberhasilan implementasi rencana tindak hasil study visit terhadap peningkatan kinerja masing-masing peserta kunjungan.
b. Faktor Keberhasilan
1) Galilah faktor-faktor yang memungkinkan pihak yang dikunjungi memperoleh pengalaman berhasil.
2) Gali pula bagaimana hal itu bisa mendukung diperolehnya pengalaman berhasil. Faktor-faktor tersebut bisa meliputi aspek akademis maupun non-akademis. Boleh jadi faktor-faktor keberhasilan itu tidak dimiliki peserta kunjungan dan kelompok kerja Anda, tetapi paling tidak informasi yang diperoleh bisa menjadi inspirasi.
3) Berdiskusilah dengan mereka bagaimana faktor-faktor potensial yang saat ini Anda miliki bisa mewujud menjadi faktor pendukung.
c. Faktor Penghambat
1) Mintalah informasi mengenai faktor penghambat atau masalah yang dihadapi, cara mereka menyelesaikan, dan hasil yang diperoleh.
2) Identifikasi hal yang berpotensi menjadi masalah yang mungkin muncul saat Anda melaksanakan rencana tindak untuk meningkatkan kinerja Anda. Diskusikan pula bagaimana hal yang berpotensi menjadi masalah tersebut diatasi. Cara mereka menyelesaikan masalah dapat menjadi alternatif penyelesaian yang layak dipertimbangkan digunakan jika masalah itu terjadi pada Anda dan di kelompok kerja Anda.
d. Buatlah daftar calon sekolah dan kelompok kerja yang akan dikunjungi berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok. Gali informasi apa yang menjadi keunggulan (pengalaman berhasil) masing-masing dan tentukanlah sasaran mana yang akan dikunjungi sesuai kebutuhan.
e. Hubungi, koordinasikan, dan pastikan sekolah atau kelompok kerja mana yang dapat menerima study visit Anda.
3. Survey/Koordinasi dengan Sasaran Study Visit
a. Lakukan koordinasi dan jika memungkinkan survey kepada pihak yang akan dikunjungi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan study visit.
b. Hubungi dan koordinasikan dengan pihak yang akan dikunjungi mengenai :
1) hal-hal yang ingin dipelajari, misalnya pembelajaran PAIKEM dan pengelolaan sarana dan prasarana pembelajaran di kelompok kerja;
2) jenis kegiatan yang ingin dilakukan misalnya wawancara dengan pengelola kelompok kerja, pengamatan pembelajaran di kelas berapa dan berapa kelas yang diperlukan (sesuaikan dengan jumlah anggota kelompok yang ingin mempelajari PAIKEM);
3) dokumen yang diperlukan; dan
4) waktu dan lama kunjungan;
5) alur kegiatan dalam kunjungan dsb.
4. Persiapan Teknis Pelaksanaan
Agar study visit efektif dan mudah dikelola sebaiknya teknis pelaksanaan direncanakan dengan baik. Hal-hal yang perlu dirancang diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Transportasi
1) Tentukan bagaimana cara menuju ke lokasi kunjungan, bersama-sama atau masing-masing langsung menuju ke lokasi.
2) Sepakati waktu keberangkatan dan waktu keterlambatan yang dapat ditoleransi sehingga lebih dari waktu itu peserta harus berangkat sendiri ke lokasi kunjungan.
3) Tentukan waktu berkumpul di lokasi kunjungan jika disepakati peserta tidak berangkat bersama-sama.
b. Waktu dan lama kunjungan
1) Diskusikan waktu dan lama kunjungan sesuai dengan kebutuhan objek (apa yang akan dipelajari) dan kegiatan yang perlu dicermati.
2) Koordinasikan hasil diskusi dengan pihak yang akan dikunjungi agar terdapat kesepakatan.
c. Perlengkapan yang perlu disiapkan
1) Cermati hal yang akan dipelajari dan tentukan perlengkapan yang perlu disiapkan. Misalnya, jika objek kajiannya adalah mencermati keberhasilan pembelajaran PAIKEM perlengkapan yang perlu disiapkan diantaranya instrumen analisis RPP (lampiran 5a,5b), instrumen observasi pembelajaran (lampiran 5c,5d), panduan wawancara (lampiran 3b), dan jika diperlukan alat perekam untuk wawancara dan video dsb.
2) Sepakati pembagian tugas untuk menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.
d. Jadwal Kegiatan dan Pembagian Tugas
1) Susunlah jadwal kegiatan yang cukup rinci sehingga tampak jelas alur kegiatan yang akan dilaksanakan. (lihat lampiran 3).
2) Perlihatkan dalam jadwal siapa melakukan apa, perlengkapan yang diperlukan, dan tagihannya (produk yang dihasilkan).
5. Menyusun Program Study Visit
a. Susunlah program dari semua informasi dan kesepakatan yang diperoleh. Cara membuat program dan contoh program bisa dipelajari di lampiran 1 dan 2.
b. Bagikan program study visit pada saat penjelasan teknis pelaksanaan. Panduan

6. Penjelasan Teknis Pelaksanaan
a. Lakukan penjelasan teknis pelaksanaan atau briefing beberapa hari sebelum study visit dilaksanakan agar peserta paham betul kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Informasikan hal-hal sebagai berikut.
1) tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan selama study visit
2) data yang harus dikoleksi dan cara yang akan digunakan misalnya observasi, koleksi dokumen seperti silabus, RPP atau wawancara
3) tugas setiap peserta atau kelompok termasuk cara mengolah dan menganalisis data yang dkumpulkan.
4) Cara pengolahan dan analisis data sehingga bisa langsung menjadi laporan pelaksanaan.
5) perlengkapan yang perlu disiapkan dan petugas yang akan menyiapkannya.
6) waktu dan lokasi keberangkatan jika akan berangkat bersama-sama atau waktu berkumpul di lokasi kunjungan jika akan berangkat sendiri-sendiri.

B. Pelaksanaan
Pada dasarnya, pelaksanaan Study Visit adalah melaksanakan rencana yang dituangkan dalam program sebaik mungkin. Agar study visit dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana beberapa hal yang layak diperhatikan adalah sebagai berikut.
1. Usahakan tepati jadwal yang sudah direncanakan mulai dari keberangkatan, pelaksanaan setiap kegiatan, sampai waktu pulang.
2. Jaga komunikasi antara ketua rombongan dengan orang yang dapat dihubungi (contact person) dari tempat yang akan dikunjungi.
3. Jaga komunikasi antara koordinator kelompok untuk memantau kegiatan yang diikuti peserta agar sesuai dengan rencana terutama waktu untuk setiap kegiatan.
4. Lakukan penyesuaian jika ada waktu kegiatan yang kurang sesuai dengan rencana agar tidak mengganggu kegiatan study visit secara keseluruhan.
C. Pelaporan
Hasil study visit perlu segera diolah dan dianalisis sehingga bisa disusun rencana tindak yang akan membantu meningkatkan kinerja individu dan kelompok kerja. Sistematika laporan pelaksanaan study visit bisa dicermati pada lampiran.
1. Diskusi Analisis Hasil Study Visit
a. Diskusikan hasil pengolahan dan analisis data agar setiap peserta study visit bisa mengutuhkan pemahaman mereka dengan belajar dari pemahaman anggota kelompok lainnya.
b. Bagilah informasi hasil diskusikan kelompok kepada kelompk lainnya agar setiap peserta dapat belajar dari pengalaman kelompok lain.
c. Berilah masukan sebagai kontribusi Anda kepada sejawat dalam menyusun rencana tindak mereka.
2. Menyusun Laporan Hasil Study Visit
Susunlah hasil analisis dan diskusi ke dalam laporan kelompok kecil misalnya kelompok yang mempelajari pembelajaran PAIKEM. Contoh laporan dapat disimak pada lampiran ….

D. Rencana Tindak
Study visit hanya bermakna jika apa yang dipelajari berdampak terhadap peningkatan kinerja individu atau kelompok kerja. Untuk itu hasil study visit harus dituangkan ke dalam rencana tindak individu atau rencana tindak kelompok kerja. Rencana tindak kelompok kerja bisa merupakan tindak lanjut kelompok pengelola atau sebagai fasilitasi pengelola untuk mendukung pelaksanaan rencana tindak individu yang perlu dilaksanakan di kelompok kerja.
a. Identifikasi dan buatlah daftar hal-hal yang dipelajari dari study visit.
b. Buatlah skala prioritas dari daftar tersebut.
c. Tentukan dari daftar di muka, mana dan berapa banyak yang akan segera ditindaklanjuti serta rancanglah kegiatannya.
d. Lengkapi rancangan kegiatan dengan tujuan, hasil, cara/metode, waktu, dan pihak yang terlibat.

IV. PENUTUP
Tujuan Study Visit adalah agar terjadi distribusi informasi dan pengalaman dari pihak yang sudah lebih mampu mengelola kelompok kerja dan mengimplementasikannya di sekolah. Hal ini bisa terlaksana jika rencana tindak dari hasil study visit dilaksanakan dengan baik dan semua pihak yang terkait memberikan dukungan yang diperlukan secara memadai.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
LAMPIRAN 1: Sistematika Program Study Visit
Halaman Sampul
Halaman sampul harus memuat judul, nama KKG atau MGMP, logo Kemdiknas, dan Instansi unsur terkait, dengan ketentuan:
a. Tulisan diketik dengan huruf kapital
b. Nama KKG atau MGMP ditulis lengkap
c. Logo Kemdiknas
d. Nama UPTK untuk KKG atau Nama Kabupaten untuk MGMP
e. Tahun

Halaman Pengesahan
Program study visit yang telah lengkap harus ditandatangani Ketua KKG atau MGMP, kemudian disahkan oleh Kepala Sekolah Inti dan unsur terkait.
Halaman pengesahan program memuat:
a. Tanda tangan, nama ketua, NIP, dan stempel.
b. Diketahui Kepala Sekolah Inti dengan bukti tanda tangan, nama, NIP, dan stempel.
c. Diketahui Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten di Kecamatan untuk KKG atau Kepala Dinas Pendidikan
d. Kabupaten/Kota untuk MGMP dengan bukti tanda tangan, nama, NIP, dan stempel.

Kata Pengantar
Daftar Isi

1. Rasional Pelaksanaan Study Visit
Berisi tentang gambaran pelaksanaan kegiatan KKG atau MGMP yang bersangkutan (keberhasilan dan hambatan atau permasalahan yang dihadapi). Berdasarkan gambaran tersebut, dikemukakan alasan perlunya dilakukan study visit ke KKG atau MGMP lain yang diperkirakan memiliki kinerja lebih baik dalam rangka memperbaiki keterlaksanaan program di KKG atau MGMP yang bersangkutan.
2. Tujuan Study Visit
Tujuan study visit harus terkait dengan kegiatan di KKG atau MGMP dan dalam rangka menggali informasi secara langsung. Tujuan study visit dapat berhubungan dengan keterlaksanaan program BERMUTU di KKG atau MGMP atau implementasi hasil kegiatan di KKG atau MGMP.
3. Sasaran
Peserta study visit menetapkan sasaran yang akan dikunjungi dalam kegiatannya. Paling tidak ada dua sasaran yaitu: (1) KKG atau MGMP yang mendapatkan DBL dan diprediksi memiliki kinerja lebih baik; (2) Sekolah unggul berkategori SSN/RSBI/SBI dan bergabung dengan KKG atau MGMP yang telah dikunjungi pada nomor (1).
4. Materi
Materi ini mengungkap informasi pada semua aktivitas dalam pelaksanaan study visit. Materi study visit ke KKG atau MGMP dapat berhubungan dengan keterlaksanaan program BERMUTU di KKG atau MGMP atau implementasi hasil kegiatan di KKG atau MGMP.
4. Output
Output dijabarkan sesuai tujuan study visit. Output inilah yang dapat dijadikan indikator pelaksanaan study visit.
5. Waktu
Waktu menunjukkan kapan dan berapa lama study visit akan dilaksanakan. Jika perlu dibuat Jadwal kegiatan yang disusun dengan merinci tujuan, output yang diinginkan, serta sasaran yang akan dikunjungi secara terurut. Penjadwalan secara rinci dapat dibuat terpisah sesuai keperluan. Waktu pelaksanaan study visit ini harus memberikan gambaran pelaksanaan kegiatan study visit yang akan dilakukan kepada peserta, unsur yang akan dikunjungi, serta pihak terkait.
6. Pembiayaan
Biaya study visit bersumber dari dana yang teralokasi dalam DBL yang telah diterima KKG atau MGMP yang bersangkutan. Rincian biaya yang diperlukan dapat dibuat secara terpisah sesuai keperluan.
7. Mekanisme
Bagian ini berisi tentang langkah-langkah pelaksanaan study visit mulai dari perencanaan dan pelaksanaan study visit. Perencanaan Program harus mencakup: tujuan, sasaran, waktu pelaksanaan, pemberitahuan baik ke Dinas Pendidikan maupun ke KKG/MGMP/SD/SMP yang akan dikunjungi serta penyiapan kisi-kisi dan instrument yang diperlukan.
Pelaksanaan study visit dilakukan di dua lokasi, yaitu kunjungan ke KKG atau MGMP dan kunjungan ke SD atau SMP unggul. Sebagai wujud dari hasil pelaksanaan study visit, diharuskan menyusun laporan kegiatan, laporan hasil study visit harus mencakup: latar belakang, tujuan, sasaran, materi, output, pelaksanaan kunjungan, hasil kunjungan, kesimpulan, dan saran serta menyampaikan ringkasan (abstrak) laporan hasil study visit untuk dimuat dalam journal atau media lain.

8. Tata Tertib Study Visit
Tata tertib untuk peserta disusun mencakup persiapan, pelaksanaan, dan tidak lanjut. Persiapan terkait dengan pemberitahuan ke unsur terkait dalam study visit, menyusun jadwal kegiatan, dan mempersiapkan peralatan yang diperlukan dalam study visit. Tata tertib pelaksanaan study visit mencakup: (1) pelaksanaan study visit sesuai jadwal yang telah disusun; (2) keharusan menggunakan instrumen yang telah dipersiapkan untuk menjaring data pada study visit; (3) keharusan menggali informasi yang lengkap dari KKG atau MGMP dan SD atau SMP yang dikunjungi; (4) mencatat semua informasi yang diperoleh melalui study visit; (5) mengumpulkan dokumen yang diperlukan sebagai kelengkapan study visit. Sedangkan tata tertib tindak lanjut mencakup: (1) pengolahan hasil study visit dan menyusun laporannya sesuai rambu-rambu; (2) memperbaiki program serta pelaksanaan kegiatan di KKG atau MGMP; dan (3) memperbaiki pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, sebagai implementasi hasil study visit.

Lampiran 2: Contoh PROGRAM STUDY VISIT

A. Rasional Pelaksanaan Study Visit
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 20 ayat b mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Untuk melaksanakan pesan undang-undang tersebut, KKG Kuntum Mekar, telah melaksanakan kegiatan belajar dengan menggunakan paket belajar Program BERMUTU. KKG Kuntum Mekar beranggotakan 8 SD , untuk KKG IPA masing-masing terdiri atas 8 guru kelas 4, kelas 5, dan kleas 6. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran program BERMUTU, KKG Kuntum Mekar menggunakan fasilitas di SD Inti.
Setelah enam kali pertemuan membahas BBM PTK, guru peserta belajar masih mendapat kesulitan untuk mengembangkan proposal Penelitian Tindakan Kelas dan menerapkan pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Di lain pihak, ada KKG di Gugus Maju Pesat berhasil membelajarkan guru anggotanya membuat proposal PTK dan mengimplementasikan model pembelajaran inovatif di sekolah anggotanya.
Untuk memotivasi guru-guru anggota KKG Kuntum Mekar, kami pengurus merencanakan untuk melakukan study visit ke KKG yang telah berhasil itu.
.
B. Tujuan Study Visit
Study visit ini dilaksanakan dengan tujuan untuk:
1. memperoleh gambaran pelaksanaan belajar di KKG Maju Pesat;
2. memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang membuat KKG Maju Pesat berhasil membelajarkan anggotanya membuat proposal PTK dan mengimplementasikan model pembelajaran inovatif di sekolah anggotanya;
3. memperoleh informasi fasilitas belajar yang tersedia di KKG Maju Pesat;
4. memperoleh gambaran pelaksanaan PAKEM di SD Mekar Sari

C. Sasaran
YANG MELAKUKAN KUNJUNGAN (VISITASI) SASARAN KETERANGAN
Anggota KKG Kuntum Mekar 1. KKG Maju Pesat di desa Cibeureum Yang mendapatkan DBL dan memiliki keunggulan dalam kelengkapan sumber belajar, pemandu memiliki pengalaman praktis dalam membelajarkan teman sejawat
2. SD Mekar Sari SD yang memiliki keunggulan dalam menerapkan PAKEM

D. Materi
1. Hasil Pelaksanaan program BERMUTU di KKG Maju Pesat.
2. Implementasi hasil kegiatan KKG di SD Mekar Sari

E. Output

1. Informasi tentang keberhasilan pembelajaran di KKG Maju Pesat dalam membelajarkan anggotanya sehingga berhasil membuat proposal PTK
2. Informasi tentang proses pembelajaran di KKG Maju Pesat
3. Informasi tentang sumber belajar yang digunakan
4. Contoh proposal PTK yang dibuat guru anggota KKG Maju pesat
5. Contoh perangkat pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran inovatif (menerapkan PAKEM)

G. Waktu
Kegiatan study visit ke KKG Maju Pesat akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2010 jam 08.00 s.d 11.00 ; sedangkan kunjungan ke SD Mekar Sari akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2010 pada pukul 07.30 s.d 10.00.

H.Pembiayaan
Pembiayaan study visit berasal dari anggaran yang dialokasikan dari DBL

I. Prosedur Kegiatan
1. Menyusun Panduan kunjungan;
2. Pemberitahuan ke Dinas Pendidikan dan KKG Maju Pesat serta SD Mekar Sari
3. Pemberian Penjelasan kepada anggota KKG Kuntum Mekar mengenai study vist ke KKG Maju Pesat dan SD Mekar Sari
4. Pelaksanaan Sudy Visit.
5. Analiisis data hasil kunjungan
6. Penyusunan Laporan

J. Alur Kegiatan Untuk Peserta
a. Persiapan
• Pelajari panduan kegiatan study visit
• Pelajari instrumen yang akan digunakan pada waktu observasi KKG dan Pembelajaran di SD
• Buat catatan tambahan hal-hal yang ingin ditanyakan lebih lanjut
• Bawalah alat perekam atau kamera jika diperlukan

b. Pelaksanaan

• Lakukan kegiatan sesuai panduan
• Lakukan observasi dengan menggunakan instrumen observasi yang telah disiapkan
• Lakukan wawancara dengan instrumen Panduan wawancara yang telah disiapkan.
• Carilahi informasi yang lengkap dari KKG dan SD yang dikunjungi.
• Catat semua informasi yang diperoleh melalui catatan study visit.
• Kumpulkan dokumen yang diperlukan sebagai kelengkapan study visit.

c. Tindak lanjut

• Mengolah hasil study visit dan menyusun laporannya sesuai rambu-rambu.
• Melakukan perbaikan program serta pelaksanaan kegiatan di KKG atau MGMP.
• Melakukan perbaikan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, sebagai implementasi hasil study visit.

Lampiran 3: Contoh Instrumen Study Visit KKG Kuntum Mekar
Lampiran 3a : Panduan Observasi Pembelajaran di KKG

PANDUAN OBSERVASI
DI KKG

Tujuan Observasi :
• Mengidentifikasi pelaksanaan pembelajaran guru di KKG yang dikunjungi
• Mengidentifikasi fasilitas dan sumber belajar yang diguinakan di KKG yang dikunjungi
• Mengidentifikasi karakteristik PAKEM
• Menemukan aspek-aspek/faktor-faktor yang mendukung keberhasilan belajar peserta di KKG

Data yang harus diperoleh dari KKG
Program Kerja
• Dokumen program KKG
• Rincian dan langkah-langkah Pelaksanaan Program kerja
• Rincian hasil pelaksanaan Program kerja
Data yang harus diperoleh dari SD Mekar Sari
• Model-model pembelajaran yang diterapkan di kelas awal
• Model-model pembelajaran IPA yang diterapkan di kelas tinggi
• Inovasi yang telah dilakukan
• Hasil pembelajaran yang diperoleh
• Prestasi siswa yang telah diraih
• Produk-produk pembelajaran yang telah dihasilkan

Contoh instrumen observasi kegiatan belajar di KKG
CATATAN LAPANGAN
OBSERVASI KEGIATAN BELAJAR DI KKG
Nama KKG : ...................................
Topik yang dibahas: .....................................
Jumlah peserta : .....................................
Hari/Tgl : ....................................

Langkah-langkah pembelajaran Kegiatan Pemandu Kegiatan Peserta Sumber belajar yang digunakan













Lampiran 3b: Panduan Wawancara

Panduan wawancara











Lampiran 3c: Panduan Observasi Pembelajaran di SD Mekar Sari

Panduan observasi pembelajaran IPA di SD Mekar Sari

Aspek yang diamati Pengamatan
Ada Tidak ada
1. Rencana pembelajaran yang sesuai dengan permen 41
2. Guru menggunakan variasi metode pembelajaran
3. Pembelajaran dilakukan secara interaktif
4. Terdapat variasi pengelolaan siswa
5. Penggunaan variasi sumber belajar
6. Hasil karya siswa ditulis dengan kata - kata sendiri
7. Penggunaan/pembuatan alat peraga yang sesuai
8. Guru menggunakan berbagai jenis penilaian (proses dan hasil) dan memanfaatkan hasilnya untuk kegiatan tindak lanjut
9. Guru melayani perbedaan kebutuhan individual siswa
10. Hasil belajar 75 % siswa di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM)
11. Penggunaan sudut baca dan perpustakaan

(dideskripsikan)






Lampiran 4: Pelaporan Hasil Kegiatan Study Visit

PELAPORAN HASIL KEGIATAN STUDY VISIT

Setelah study visit dilaksanakan, Anda harus menyusun laporan tertulis tentang hasil study visit dimaksud. Laporan suatu kegiatan, termasuk laporan hasil study visit, merupakan bukti fisik hasil study visit yang dapat digunakan baik untuk perbaikan kinerja KKG atau MGMP yang melakukan kunjungan, maupun KKG atau MGMP yang dikunjungi.
Untuk membuat laporan, dilakukan hal-hal sebagai berikut.
1. Persiapan
a) Mengumpulkan dokumen yang diperlukan dalam penyusunan laporan
b) Mempelajari dokumen terkait laporan hasil study visit
c) Mengidentifikasi bagian-bagian yang diperlukan dalam laporan hasil study visit
d) Konsolidasi persiapan penulisan outline dan laporan hasil study visit
2. Pelaksanaan
a) Pengolahan data hasil study visit
b) Interpretasi hasil pengolahan data
c) Penyusunan outline laporan hasil study visit
d) Penyusunan draft laporan hasil study visit
e) Pembahasan draft laporan hasil study visit
f) Revisi/finalisasi laporan hasil study visit
3. Tindak Lanjut
a) Memanfaatkan hasil study visit dalam perbaikan pelaksanaan kegiatan di KKG atau MGMP.
b) Memanfaatkan hasil study visit dalam perbaikan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas.


Lay-out Laporan
Halaman Sampul
Halaman sampul harus memuat judul, nama KKG atau MGMP, logo Kemdiknas, dan unsur terkait dengan ketentuan:
a. Tulisan diketik dengan huruf kapital
b. Nama KKG atau MGMP ditulis lengkap
c. Logo Depdiknas
d. Nama UPTK untuk KKG atau Nama Kabupaten untuk MGMP
e. Tahun

Halaman Pengesahan
Laporan hasil study visit yang telah lengkap harus ditandatangani Ketua KKG atau MGMP, kemudian disahkan oleh Kepala Sekolah Inti dan unsur terkait.
Halaman pengesahan laporan hasil study visit memuat:
a. Tanda tangan, nama ketua, NIP, dan stempel.
b. Diketahui Kepala Sekolah Inti dengan bukti tanda tangan, nama, NIP, dan stempel.
c. Diketahui Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten di Kecamatan untuk KKG atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk MGMP dengan bukti tanda tangan, nama, NIP, dan stempel.

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I. PENDAHULUAN
A. Rasional
B. Tujuan
C. Sasaran
D. Materi
E. Output

BAB II. PELAKSANAAN DAN HASIL

Bab ini berisi tentang pelaksanaan kegiatan study visit yang meliputi 5W + 1H (what, where, when, why, who, and how). What menggambarkan nama kegiatan yang dilakukan, where menggambarkan tempat pelaksanaan kegiatan, when mengambarkan waktu pelaksanaan, who menggambarkan peserta, nara sumber/fasilitator/instruktur/ pendamping (bila ada), how menggambarkan strategi dan metode pelaksanaan kegiatan, keterlibatan peserta dalam kegiatan study visit, sumber dana, dan sistem dokumentasi kegiatan/pelaporan, hasil study visit, kendala dan upaya pemecahannya.
Bab ini terdiri dari beberapa sub bab, yaitu:
A. Pelaksanaan
1. Waktu Pelaksanaan (visitasi ke KKG atau MGMP dan SD atau SMP)
2. Nama KKG atau MGMP, Nama Sekolah, Mata Pelajaran (untuk MGMP), Guru yang melaksanakan, dan Tim Pemantau (sebaiknya dibuat dalam bentuk tabel).
B. Hasil (uraian pelaksanaan dipilah antara visitasi ke KKG atau MGMP dan ke SD atau SMP)
C. Tindak Lanjut (merupakan pembahasan lebih jauh dan pemanfaatan hasil temuan visitasi).

BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
LAMPIRAN-LAMPIRAN
- Foto kegiatan
- Dokumen yang diperoleh
- Jadwal study visit
- Dll.

Lampiran 5: Contoh Instrumen Untuk Study Visit
Lampiran 5a: Instrumen PenilainKinerja Guru dalam Merencanakan Pembelajaran
(sumber: Dit Profesi)

IPKG 1
INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU
(Kemampuan Merencanakan Pembelajaran)


DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2006


NO. KOMPONEN RENCANA PEMBELAJARAN SKOR

I Perumusan tujuan pembelajaran
1. Kejelasan rumusan 1 2 3 4
2. Kelengkapan cakupan rumusan 1 2 3 4
3. Kesesuaian dengan kompetensi dasar 1 2 3 4
II Pemilihan dan pengorganisasian materi ajar
1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran 1 2 3 4
2. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik 1 2 3 4
3. Keruntutan dan sistematika materi 1 2 3 4
4. Kesesuaian materi dengan alokasi waktu 1 2 3 4
III Pemilihan sumber belajar/media pembelajaran
1. Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran 1 2 3 4
2. Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan materi pembelajaran 1 2 3 4
3. Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan karakteristik peserta didik 1 2 3 4
IV Metode pembelajaran
1. Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan tujuan pembelajaran 1 2 3 4
2. Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan materi pembelajaran 1 2 3 4
3. Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan karakteristik peserta didik 1 2 3 4
4. Kesesuaian alokasi waktu dengan tahapan pembelajaran 1 2 3 4
V Penilaian hasil belajar
1. Kesesuaian teknik penilaian dengan tujuan pembelajaran 1 2 3 4
2. Kejelasan prosedur penilaian 1 2 3 4
3. Kelengkapan instrumen (soal, kunci jawaban/pedoman pensekoran) 1 2 3 4
SKOR Total IPKG 1

Komentar Pengamat:


Pengamat:
Nama : ..................................................................................
Jabatan : ..................................................................................
Alamat Kantor : ..................................................................................
Alamat Rumah : ..................................................................................
..................................................................................
........................, ..................
Pengamat,
............................................

PENJELASAN IPKG I
I. PERUMUSAN INDIKATOR KEBERHASILAN BELAJAR
Indikator I.1 Kejelasan rumusan
Penjelasan Rumusan indikator tidak menimbulkan penafsiran ganda

Indikator I.2 Kelengkapan cakupan rumusan indikator
Penjelasan Rumusan indikator minimal mengandung komponen peserta didik dan perilaku. Perilaku mencakup kata kerja operasional dan substansi materi

Indikator I.3 Kejelasan penjenjangan indikator
Penjelasan Indikator diurutkan dari kompetensi sederhana ke kompleks

Indikator I.4 Kesesuaian dengan kompetensi dasar
Penjelasan Indikator dijabarkan dari kompetensi dasar

II. PEMILIHAN PENGORGANISASIAN MATERI AJAR
Indikator II.1 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
Penjelasan Materi dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai

Indikator II.2 Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik
Penjelasan Tingkat keluasan dan kedalaman materi disesuaikan dengan karakteristik peserta didik (termasuk yang cepat dan lambat, motivasi tinggi dan rendah)

Indikator II.3 Keruntutan dan sistematika materi
Penjelasan Penataan materi disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran, misalnya hierarkhis, prosedural, spiral

Indikator II.4 Kesesuaian materi dengan alokasi waktu
Penjelasan Keluasan dan kedalaman materi mungkin dicapai dalam waktu yang disediakan

III. PEMILIHAN SUMBER BELAJAR/MEDIA PEMBELAJARAN
Sumber belajar dapat berupa orang, perpustakaan, lingkungan; sedangkan media merupakan bagian sumber belajar yang dirancang secara khusus

Indikator III.1 Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran
Penjelasan Sumber belajar/media pembelajaran yang dipilih dapat dipakai untuk mencapai tujuan/kompetensi yang ingin dicapai, misal buku, modul untuk kompetensi kognitif; media audio visual untuk kompetensi keterampilan

Indikator III.2 Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan materi pembelajaran
Penjelasan Sumber belajar/media pembelajaran yang dipilih dapat memudahkan pemahaman peserta didik, misalnya lidi/sempoa digunakan untuk operasi hitung (matematika), lampu senter, globe, dan bola untuk mengilustrasikan proses terjadinya gerhana
Indikator III.3 Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan karakteristik peserta didik
Penjelasan Sumber belajar/media pembelajaran yang dipilih sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, karakteristik afektif, dan keterampilan motorik peserta didik

IV. METODE PEMBELAJARAN
Indikator IV.1 Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan tujuan pembelajaran
Penjelasan Stretegi, pendekatan, dan metode pembelajaran relevan dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai /kompetensi harus dikuasai peserta didik

Indikator IV.2 Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan materi pembelajaran
Penjelasan Strategi dan metode pembelajaran yang dipilih dapat memudahkan pemahaman peserta didik

Indikator IV.3 Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan karakteristik peserta didik
Penjelasan Strategi dan metode pembelajaran yang dipilih sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, karakteristik afektif, dan keterampilan motorik peserta didik

Indikator IV.4 Kesesuaian alokasi waktu dengan tahapan pembelajaran
Penjelasan Setiap tahapan pembelajaran diberi alokasi waktu secara proporsional (lebih kurang pembukaan: 5-10%, inti: 70-80%, penutup: 10-15%)
V. PENILAIAN
Indikator V.1 Kesesuaian teknik penilaian dengan tujuan pembelajaran
Penjelasan Misal: tes tulis untuk mengukur penguasaan pengetahuan, tes kinerja untuk mengukur penampilan, dan skala sikap untuk mengukur sikap

Indikator V.2 Kejelasan prosedur penilaian
Penjelasan Tampak jelas dideskripsikan prosedur penilaian awal, proses, dan akhir, mencakup metode (tes dan nontes)

Indikator V.3 Kelengkapan instrumen (soal, rubrik, kunci jawaban)
Penjelasan Tampak jelas kelengkapan instrumen yang digunakan, misalnya terdapat soal yang dilengkapi kunci jawaban, teknik penskoran, dan atau rubrik

KOMENTAR PENGAMAT
Berikan komentar tentang:
hal-hal yang belum terwadahi dalam indikator-indikator instrumen ini, dan
kesan umum tentang kualitas pembelajaran yang diamati (kelebihan dan kekurangan).



Lampiran 5b: Instrumen Analisis RPP Tematik



INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU
(Kemampuan Merencanakan Pembelajaran Tematik)


NO. KOMPONEN PERANGKAT PEMBELAJARAN SKOR
I. Analisis standar kompetensi-kompetensi dasar-indikator 1 2 3 4
II. Penentuan Tema (matrik hubungan SK-KD-Indikator_tema) 1 2 3 4
III, Jaringan Tema (memperlihatkan hubungan KD dengan Tema/KD sesuai Tema) 1 2 3 4
IV Alur Indikator (indikator diurutkan sesuai dengan aktivitas belajar yang dirancang sesuai tema) 1 2 3 4
V. Satuan Kegiatan Mingguan/jadwal pembelajaran tematik 1 2 3 4
VI. Silabus Tematik ( memperlihatkan keterpaduan mata pelajaran yang dikemas dalam satu tema) 1 2 3 4

VII RPP
1 Identitas
2 SK, KD, Indikator 1 2 3 4
3 Perumusan Tujuan Pembelajaran
a. Kejelasan rumusan tujuan 1 2 3 4
b. Kelengkapan cakupan rumusan 1 2 3 4
c. kesesuaian dengan kompetensi dasar 1 2 3 4

4 Pemilihan dan pengorganisasian materi ajar
. a. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran 1 2 3 4
b. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik 1 2 3 4
c.Keruntutan dan sistematika materi 1 2 3 4
d. materi dengan alokasi waktu 1 2 3 4

5 Pemilihan sumber belajar/media pembelajaran
a.Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran 1 2 3 4
b.Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan materi pembelajaran 1 2 3 4
c.Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan karakteristik peserta didik 1 2 3 4

6 Metode pembelajaran
.aKesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan tujuan pembelajaran 1 2 3 4
b.Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan materi pembelajaran 1 2 3 4
c.Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan karakteristik peserta didik 1 2 3 4
d.Kesesuaian alokasi waktu dengan tahapan pembelajaran 1 2 3 4

7 Langkah-langkah pembelajaran
a. sesuai dengan alur indikator yang akan dicapai 1 2 3 4
b.Kegiatan pembelajaran memeperlihatkan 3 komponen utama sesuai standar proses (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi) 1 2 3 4
c. Ada keterkaitan antar mata pelajaran yang dipadukan

8 Penilaian hasil belajar
a.Kesesuaian teknik penilaian dengan tujuan pembelajaran 1 2 3 4
b.Kejelasan prosedur penilaian 1 2 3 4
c.Kelengkapan instrumen (soal, kunci jawaban/pedoman pensekoran) 1 2 3 4
SKOR Total

Komentar Pengamat:



Pengamat:
Nama : ..................................................................................
Jabatan : ..................................................................................
Alamat Kantor : ..................................................................................
..................................................................................
Alamat Rumah : ..................................................................................
..................................................................................

........................, ..................
Pengamat,

............................................

Lampiran 5c: Instrumen Observasi Pembelajaran



IPKG 2
INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU IPA
(Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran)





DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2006


NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR

I PRAPEMBELAJARAN
1. Kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media 1 2 3 4
2. Memeriksa kesiapan siswa 1 2 3 4

II MEMBUKA PEMBELAJARAN
1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 3 4
2. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatan 1 2 3 4

III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN
A. Penguasaan materi pelajaran
1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran 1 2 3 4
2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan 1 2 3 4
3. Mengintegrasikan kerja ilmiah dalam pembelajaran 1 2 3 4
4. Mengintegrasikan keterampilan dasar laboratorium*) 1 2 3 4

B. Pendekatan/strategi pembelajaran
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai 1 2 3 4
2. Melaksanakan pembelajaran secara runtut 1 2 3 4
3. Menguasai kelas 1 2 3 4
4. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual 1 2 3 4
5. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect) 1 2 3 4
6. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan 1 2 3 4

C. Pemanfaatan sumber belajar /media pembelajaran
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar/media pembelajaran 1 2 3 4
2. Menghasilkan pesan yang menarik 1 2 3 4
3. Melibatkan siswa dalam pembuatan dan pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran 1 2 3 4

D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa
1. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa melalui interaksi guru, siswa, sumber belajar 1 2 3 4
2. Merespon positif partisipasi siswa 1 2 3 4
3. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa 1 2 3 4
4. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif 1 2 3 4
5. Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar 1 2 3 4

E. Penilaian proses dan hasil belajar
1. Memantau kemajuan belajar 1 2 3 4
2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi 1 2 3 4

F. Penggunaan bahasa
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar 1 2 3 4
2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar 1 2 3 4
3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 3 4

IV PENUTUP
1. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa 1 2 3 4
2. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan 1 2 3 4
Skor Total IPKG 2
Keterangan:
*) Bila materi pokok tidak terkait dengan kegiatan laboratorium, maka butir ini tidak diberi skor.

Komentar Pengamat:





Pengamat:
Nama : ..................................................................................
Jabatan : ..................................................................................
Alamat Kantor : ..................................................................................
..................................................................................
Alamat Rumah : ..................................................................................
..................................................................................

........................, ..................
Pengamat,


............................................

PENJELASAN IPKG 2
I. PRAPEMBELAJARAN
Indikator I.1 Kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media
Penjelasan Kesiapan ruang (misal keberadaan, kebersihan, peruntukan/pengaturan perabot), alat pembelajaran (misal papan tulis, kapur/spidol), dan media (misal pasokan listrik, OHP, LCD dan kelengkapannya).
Indikator I.2 Memeriksa kesiapan siswa
Penjelasan Kesiapan siswa, antara lain mencakup kehadiran, kerapian, ketertiban, perlengkapan pembelajaran, kesiapan belajar

II. MEMBUKA PEMBELAJARAN
Indikator II.1 Melakukan kegiatan apersepsi
Penjelasan Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman siswa atau pembelajaran sebelumnya (termasuk kemampuan prasyarat), mengajukan pertanyaan menantang, menyampaikan manfaat materi pembelajaran, mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran
Indikator II.2 Mengkomunikasikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatan
Penjelasan Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai dengan bahasa siswa, misalnya dengan mengatakan bahwa setelah pembelajaran selesai siswa dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab gempa bumi. Rencana kegiatan misalnya, individual, kerja kelompok, dan melakukan observasi

III. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN
A. Penguasaan materi pembelajaran
Indikator III.A.1 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran
Penjelasan Dilihat dari tingkat kebenaran dan keakuratan substansi (materi, isi) pembelajaran yang dibahas
Indikator III.A.2 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
Penjelasan Menghubungkan materi yang disampaikan dengan bidang studi lain yang relevan. Misalnya, mengaitkan aritmatika (operasi bilangan) dengan IPS (transaksi ekonomi)
Indikator III.A.3 Mengintegrasikan prinsip-prinsip kerja ilmiah dalam pembelajaran
Penjelasan Prinsip kerja ilmiah antara lain pengamatan, penyusunan hipotesis, perencanaan dan pelaksanaan percobaan, analisis data, penarikan simpulan
Indikator III.A.4 Mengintegrasikan keterampilan dasar laboratorium
Penjelasan Keterampilan dasar laboratorium antara lain merangkai, menggunakan, memodifikasi alat praktikum, dan mengimplementasikan keselamatan kerja

B. Strategi pembelajaran

Indikator III.B.1 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
Penjelasan Pembelajaran sesuai dengan jenis kompetensi. Misalnya, kegiatan untuk penguasaan pengetahuan adalah ceramah dan diskusi, kegiatan untuk penguasaan keterampilan adalah berlatih, dan untuk penguasaan sikap/nilai adalah penghayatan
Indikator III.B.2 Melaksanakan pembelajaran secara runtut
Penjelasan Metode dan materi dipaparkan secara sistematis, sesuai dengan sintaks, memperhatikan prasyarat, dan kemampuan berfikir siswa
Indikator III.B.3 Menguasai kelas
Penjelasan Guru dapat mengendalikan pembelajaran, perhatian siswa terfokus pada pelajaran, disiplin kelas terpelihara
Indikator III.B.4 Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual
Penjelasan • Kontekstual merujuk pada tuntutan situasi dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari
• Guru mengupayakan agar materi pelajaran dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa memiliki manfaat (nilai fungsional) dalam kehidupan sehari-hari
Indikator III.B.5 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect)
Penjelasan Kebiasaan positif antara lain dapat berbentuk: kerja sama, tanggung jawab, disiplin, berpikir kritis
Indikator III.B.6 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan
Penjelasan Guru memulai dan mengakhiri tahap-tahap pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu

C. Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran
Indikator III.C.1 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar/media pembelajaran
Penjelasan • Terampil memanfaatkan lingkungan dan sumber belajar lainnya secara efektif dan efisien (mencapai target dan sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan)
• Terampil mengoperasikan media pembelajaran, misal: mengoperasikan dengan benar dan lancar OHP, tape recorder, chart, peta, LCD
• Terampil menggunakan alat-alat laboratorium
Indikator III.C.2 Menghasilkan pesan yang menarik
Penjelasan Media yang digunakan berhasil memusatkan perhatian siswa sehingga pesan dapat ditangkap dengan jelas
Indikator III.C.3 Melibatkan siswa dalam pembuatan dan pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran
Penjelasan Siswa dilibatkan dalam kegiatan pembuatan dan/atau pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran, yang autentik, termasuk sumber belajar yang tersedia di perpustakaan misalnya siswa membuat, memodifikasi, mendemonstrasikan, menggunakan, mengelola media

D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa
Indikator III.D.1 Memfasilitasi terjadinya partisipasi aktif siswa melalui interaksi guru, siswa, sumber belajar
Penjelasan Melakukan kegiatan yang memancing keaktifan siswa baik secara mental, emosional, maupun fisik dengan guru, teman maupun sumber belajar
Misalnya, membuka kesempatan untuk diskusi kelompok, meminta siswa lain untuk menanggapi pendapat teman atau mengondisikan siswa memanipulasi sumber (objek) belajar secara langsung
Indikator III.D.2 Merespons positif partisipasi siswa
Penjelasan Misalnya memberi pujian, meminta siswa lain untuk menanggapi pendapat teman, dan mengajukan pertanyaan pelacak (probing)
Indikator III.D.3 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa
Penjelasan Menghargai pendapat siswa, mengakui kebenaran pendapat siswa, mengakui keterbatasan diri
Indikator III.D.4 Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif
Penjelasan Menunjukkan sikap ramah, luwes, sopan, hangat, menghargai pendapat dan keragaman budaya (multi kultur)
Indikator III.D.5 Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar
Penjelasan Siswa tampak senang dan bersemangat mengikuti pembelajaran


E. Penilaian proses dan hasil belajar

Indikator III.E.1 Memantau kemajuan belajar
Penjelasan Mengajukan pertanyaan/tugas terkait kompetensi yang akan dicapai, selama proses pembelajaran termasuk asesmen otentik

Indikator III.E.2 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi
Penjelasan Mengajukan pertanyaan/tugas terkait kompetensi yang dicapai, pada akhir pembelajaran termasuk asesmen otentik

F. Penggunaan bahasa
Indikator III.F.1 Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar
Penjelasan Bahasa lisan mudah dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran ganda/salah tafsir

Indikator III.F.2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar
Penjelasan Struktur kalimat, frasa, kosakata, dan ejaan dalam bahasa tulis yang terdapat di papan tulis, di media, di LKS baik dan benar

Indikator III.F.3 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai
Penjelasan Ekspresi wajah, intonasi suara, gerakan tubuh sesuai dengan pesan yang disampaikan dan menarik
IV. PENUTUP
Indikator IV.1 Melakukan refleksi dan/atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
Penjelasan • Mengajak siswa untuk mengingat kembali hal-hal penting yang terjadi dalam kegiatan yang sudah berlangsung, misal dengan mengajukan pertanyaan tentang proses, materi, dan kejadian lainnya
• Memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, misalnya dengan mengajukan pertanyaan penuntun agar siswa dapat merumuskan rangkuman yang benar
Indikator IV.2 Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan
Penjelasan • Memberikan kegiatan/tugas khusus bagi siswa yang belum mencapai kompetensi, misalnya dalam bentuk latihan dan atau bantuan belajar
• Memberikan kegiatan/tugas khusus bagi siswa yang berkemampuan lebih, misalnya dalam bentuk latihan dan atau bantuan belajar, misalnya meminta siswa membimbing temannya (peer tutoring), memberikan tugas-tugas bacaan tambahan, dan download internet


KOMENTAR PENGAMAT
Berikan komentar tentang:
hal-hal yang belum terwadahi dalam indikator-indikator instrumen ini, dan
kesan umum tentang kualitas pembelajaran yang diamati (kelebihan dan kekurangan).




Lampiran 5d: Instrumen Observasi Pembelajaran Tematik




INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU SD KELAS AWAL
(Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran TEMATIK)


NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR

I PRAPEMBELAJARAN
1. Kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media 1 2 3 4
2. Memeriksa kesiapan siswa 1 2 3 4

II MEMBUKA PEMBELAJARAN
1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 3 4
2. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatan 1 2 3 4
3. Menyampaikan motivasi 1 2 3 4
III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN
A. Penguasaan materi pelajaran
1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran dari setiap materi mapel yang diintegrasikan 1 2 3 4
2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan 1 2 3 4
3. Mengintegrasikan keterampilan-keterampilan dasar pesan mapel dalam pembelajaran 1 2 3 4
1 2 3 4

B. Pendekatan/strategi pembelajaran
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai 1 2 3 4
2. Melaksanakan pembelajaran secara runtut sesuai dengan alur indikator 1 2 3 4
3. Melaksanakan pembelajaran tanpa jeda (pergantian antar mata pelajaran tidak Nampak) 1 2 3 4
3. Menguasai kelas 1 2 3 4
4. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual 1 2 3 4
5. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect) 1 2 3 4
6 Aktivitas Pembelajaran sesuai dengan tema
7. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan 1 2 3 4
C. Pemanfaatan sumber belajar /media pembelajaran
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar/media pembelajaran 1 2 3 4
2. Media pembelajaran menghasilkan pesan yang menarik 1 2 3 4
3. Melibatkan siswa dalam pembuatan dan pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran 1 2 3 4

D. Pembelajaran Berorientasi PAKEM
1. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa melalui interaksi guru, siswa, sumber belajar 1 2 3 4
2. Merespon positif partisipasi siswa 1 2 3 4
3. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa 1 2 3 4
4. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif 1 2 3 4
5. Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar 1 2 3 4
6. Menumbuhkan kreativitas siswa 1 2 3 4
7. Kegiatan pembelajaran mencapai indikator yang ditetapkan 1 2 3 4
E. Penilaian proses dan hasil belajar
1. Memantau kemajuan belajar 1 2 3 4
2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi 1 2 3 4

F. Penggunaan bahasa
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar 1 2 3 4
2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar 1 2 3 4
3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 3 4

IV PENUTUP
1. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa 1 2 3 4
2. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan 1 2 3 4
Skor Total
Keterangan:
*) Bila materi pokok tidak terkait dengan kegiatan laboratorium, maka butir ini tidak diberi skor.
Komentar Pengamat:



Pengamat:
Nama : ..................................................................................
Jabatan : ..................................................................................
Alamat Kantor : ..................................................................................
..................................................................................
Alamat Rumah : ..................................................................................
..................................................................................
........................, ..................
Pengamat,


............................................

Rabu, 03 Maret 2010

Proposal KKG Bermutu 2010 Gugus Dipayuda Banjarnegara

Di bawah ini adalah contoh Proposal KKG Bermutu yang dibuat untuk pengajuan DBL (Dana Bantuan Langsung)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar telah menjadi komitmen pemerintah yang harus diwujudkan secara nyata. Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya yaitu guru. Hal ini disebabkan guru / pendidik merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan pembelajaran. Oleh sebab itu, seorang guru dalam melaksanakan tugasnya dituntut secara profesional. Namun pada kenyataannya dari segi kualifikasi pendidikan, masih banyak guru-guru di Indonesia yang belum S1, sebagaimana diamanatkan dalam Undang- Undang Nomor 14 tahun 2005, yaitu sebanyak 1.174.088 orang yang harus ditingkatkan. Dalam menempuh persyaratan S 1/D IV dianjurkan tidak meninggalkan tugasnya (mengajar).
Demikian pula dengan adanya perubahan paradigma pendidikan di era globalisasi ini mengharuskan adanya perubahan pola pikir (mindset) dan pola tindak (actionset) bagi guru terutama dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum (KTSP) yang berlaku sekarang.
Perubahan pola pikir dan pola tindak bagi guru dalam mengelola kelas dan melaksanakan proses pembelajaran, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan khususnya layanan proses pembelajaran sesuai dengan standar proses (Permendiknas nomor 41 tahun 2007)
Pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien.
Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 pasal 19 ayat 1).
Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru perlu adanya wadah yang mampu menampung berbagai masalah pembelajaran yang dialami guru serta cara- cara pemecahannya. Pada Surat Keputusaan Dirjen Dikdasmen Nomor : 079/C/Kep. I / 93, tanggal 7 April 1993 yang memutuskan tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Profesional Guru melalui Pembentukan Gugus Sekolah di Sekolah Dasar, maka sebagai wujud nyata dalam upaya pemberdayaan dan meningkatkan kompetensi guru sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat yang berkembang secara dinamis
Keberadaan KKG sebagai wadah atau forum profesional guru di gugus sekolah, kecamatan maupun di tingkat kabupaten/kota memegang peranan penting dan strategis untuk meningkatkan kompetensi guru sehingga guru lebih profesional. Melalui KKG Bermutu diharapkan permasalahan pembelajaran yang dihadapi guru di kelas dapat terpecahkan sehingga proses pembelajaran lebih efektif, bermutu, dan dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional.

1. Gambaran Pendidikan di Kabupaten Banjarnegara.
Banjarnegara memiliki luas wilayah keseluruhan 106.970,997 ha yang terbagi menjadi 20 Kecamatan. Batas-batas Kabupaten Banjarnegara yaitu sebelah Utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Batang dan Pekalongan, di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo, di sebelah Selatan Kabupaten Kebumen, dan sebelah Barat Kabupaten Banyumas dan Purbalingga. Jumlah penduduknya sudah mencapai 900.797 orang dengan laki-laki 445.193 orang dan perempuan 455.604 orang. Sistem pendidikan yang berkembang di Kabupaten Banjarnegara meliputi pendidikan dasar (SD,SMP dan yang sederajat), SMA dan yang sederajat, serta sekolah tinggi dan yang sederajat. Berdasarkan data pandidikan Tahun 2007/2008, Jumlah guru se-Kabupaten Banjarnegara mencapai 8.540 orang dengan perincian 613 guru TK, 5.620 guru SD, 1.567 guru SMP, 401 guru SMA, 313 guru SMK. Dan 22 guru SLB. Dari data di atas jumlah guru SD yang sudah S1 ada 881, D II / SPG / SLTA berjumlah 4.714, dan DIII ada 25 orang. Di samping itu, kualitas pendidikan masih perlu ditingkatkan mengingat pada tahun 2009 peringkat kelulusannya berdasarkan hasil Ujian Akhir Berstandar Nasional (UASBN) di atas 30 dari seluruh kabupaten di Jawa Tengah. Demikianlah gambaran pendidikan di Kabupaten Banjarnegara.
2. Permasalahan Pendidikan yang Dihadapi
Masalah utama yang dihadapi, antara lain adalah:
a. Manajemen KKG, kurang berfungsi secara optimal.
b. Program-program KKG, kurang menyentuh dan kurang signifikan.
c. Dana pendukung operasional KKG, kurang proporsional.
d. Rendahnya perhatian dan kontribusi pemerintah kabupaten/kota melalui dinas pendidikan terkait terhadap KKG.
e. Rendahnya dukungan asosiasi profesi terhadap KKG.
f. Program yang telah disusun belum berjalan sebagaimana mestinya.
g. Sumber dana kegiatan KKG belum ada selain mengandalkan iuran anggota dan iuran.
h. Kurang diberdayakan eksistensi dan signifikansi KKG dalam peningkatan mutu pembelajaran yang berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional
Menyikapi hal-hal tersebut di atas guru harus meningkatkan kompetensi dan kinerja guru melalui program BERMUTU ( Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading ) diharapkan dapat mengatasi masalah- masalah pendidikan dan dipandang sangat strategis untuk meningkatkan mutu guru.

3. Komitmen Kelompok Kerja terhadap Peningkatan Mutu Guru
Prinsip kerja KKG yaitu KKG merupakan lembaga yang mandiri, tidak mempunyai struktur organisasi yang hirarkis, birokratik dan saling ketergantungan, tetapi merupakan wadah berkumpulnya guru kelas atau guru mata pelajaran sejenis.
Program kerjanya secara disusun dan dirancang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan guru/sekolah, mempunyai visi dan misi yang strategis, serta inovatif terhadap upaya pengembangan mutu pendidikan.
Komitmen terhadap mutunya adalah meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas dan meningkatkan mutu pendidikan, komitmen terhadap metode pembelajaran yang efektif meningkatkan kemampuan belajar siswa dan meningkatkan hasil ujian akhir siswa, dan komitmen terhadap adanya sistem yang mendukung pengembangan profesional.
Dengan adanya KKG Bermutu yang berfungsi sebagai sarana meningkatkan profesionalisme maupun kompetensi para guru akan berpengaruh positif bagi guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai agen pembelajaran di kelasnya. Hal ini dapat berjalan dengan efektif dan lancar bila sarana dan prasarana memadai, mendapat dukungan dari pihak – pihak yang terkait dalam hal ini Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Pengawas Sekolah, Jajaran pendidikan lainnya, masyarakat yang peduli dengan dunia pendidikan serta pendanaan yang cukup.

4. Sumber Dana yang Diperlukan
Untuk melaksanakan kegiatan tersebut tentu saja tidak lepas dari pendanaan. Sumber dana kegiatan selama ini berasal dari iuran sekolah dari anggota gugus Dipayuda.

5. Program Peningkatan Mutu Pendidikan yang telah Dilaksanakan
Kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesional/mutu guru selama tahun terakhir antara lain : Penyusunan KTSP yang meliputi Silabus dan RPP, Lesson Study, Penyusunan bahan ajar pendamping (LKS), Penyusunan Instrumen Penilaian.


B. Tujuan
Dari uraian di atas maka dapat diketahui tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan KKG Bermutu ini, antara lain :
a. Tujuan Umum
 Untuk meningkatkan mutu pembelajaran sebagai dampak peningkatan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja guru.
 Memfasilitasi suatu model belajar bagi guru dalam meningkatkan kompetensi profesionalnya secara kolaboratif melalui kajian pembelajaran yang komprehensif dan berkelanjutan menuju terciptanya komunitas belajar.
 Memberi kesempatan kepada guru-guru untuk terlibat dalam proses pengembangan profesional secara berkelanjutan melalui kegiatan KKG dengan menggunakan Paket Pembelajaran yang berkualitas.
 Melalui penguatan peningkatan mutu dan profesional guru secara berkelanjutan yang terwadahi dalam komponen kedua dari program BERMUTU.
 Pemberdayaan KKG Gugus Dipayuda di Kecamatan Banjarnegara secara umum bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran.

b. Tujuan Khusus
 Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, dsb.
 Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.
 Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja.
 Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.
 Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja (meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat KKG.
 Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik.
 Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat KKG.
 Meningkatnya kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun rencana pembelajaran (silabus, RPP, evaluasi belajar dan membuat Kriteria Ketuntasan Minimal).
 Meningkatnya kreatifitas dan kemampuan guru dalam menggunakan media dan metode pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan di dalam kelas.
 Meningkatnya minat dan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah dalam bentuk PTK.
 Meningkatnya kepekaan sosial guru dalam bermasyarakat di lingkungan sekolah.
 Meningkatnya prestasi siswa dalam setiap UASBN.
 Tertatanya menegemen organisasi dan kepengurusan KKG Dipayuda.
 Terwujudnya kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun rencana pembelajaran (silabus RPP, evaluasi belajar dan membuat Kriteria Ketuntasan Minimal)
 Terwujudnya kemampuan dan keterampilan guru dalam menulis karya ilmiah dalm bentuk PTK.
 Terjalinnya hubungan yang harmonis antara guru dan masyarakat di lingkungan sekolah.
 Tercapainya prestasi siswa yang signifikan dalam UASBN.
 Meningkatnya kualitas dan kapasitas organisasi (menejemen dan program) KKG Dipayuda.



C. Hasil yang Diharapkan
Setelah kegiatan pemberdayaan KKG, hasil yang diharapkan adalah :
1. Meningkatnya kreativitas, motivasi, dan dukungan fasilitas bagi guru dalam meningkatkan profesionalismenya.
2. Tersusunnya hasil pengembangan kurikulum dan perencanaan pembelajaran sesuai dengan Standar Isi.
3. Meningkatkan / memperkuat citra profesi guru.
4. Meningkatnya profesionalisme guru secara berkelanjutan.
5. Terlaksananya kegiatan penelitian tindakan kelas secara berkelanjutan sebagai upaya untuk memahami proses belajar mengajar di Sekolah Dasar.
6. Meningkatnya wawasan bidang ilmu berdasarkan permasalahan keilmuan yang muncul dalam rangka penerapan KTSP di Sekolah Dasar.
7. Terlaksananya proses pembelajaran inovatif berbasis penelitian tindakan kelas.
8. Terlaksananya pemanfaatan beragam sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri, proses pembelajaran, dan sumber belajar.
9. Tersedianya metoda yang efektif dalam meningkatkan kapasitas kabupaten/kota untuk peningkatan profesionalisme guru di daerahnya melalui kelompok kerja.

D. Sasaran
Sasaran kegiatan ini adalah guru – guru SD di wilayah Gugus Dipayuda Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Adapun sasaran kegiatannya adalah:
• Meningkatnya pemahaman guru terhadap kurikulum sehingga mampu untuk mengembangkannya sesuai dengan Standar Kompetensi pada Mapel terkait (RPP, Pengembangan materi, sistem penilaian dsb)
• Terwujudnya pengembangan model pembelajaran yang sesuai, menarik dan menyenangkan.
• Terwujudnya peningkatan pemahaman terhadap pendidikan berbasis luas (Broad Based Education) dan Life Skill.
• Terwujudnya pengembangan dan pelaksanaan analisis sarana pembelajaran.
• Terwujudnya pengembangan media pembelajaran.
• Terciptanya alat peraga pembelajaran yang bermutu untuk mapel terkait.
• Terwujudnya pengembangan profesi dan karir guru serta penulisan karya tulis ilmiah (CAR).
• Tersosialisasi isu-isu aktual dalam dunia pendidikan (Sertifikasi guru, KTSP, KTI (PTK), Forum ilmiah, dsb)

E. Manfaat
1. Bagi Siswa
Memiliki peluang untuk mengikuti pembelajaran yang menyenangkan, bermakna dan bermutu sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
2. Bagi Guru
 Memiliki peluang untuk meningkatkan kompetensinya sesuai dengan standar Nasional Pendidikan melalui berbagai kegiatan
 Menghasilkan PHBS atau RPL untuk pendidikan S 1 / D IV
 Menghasilkan Angka Kredit CPD (Continous Profesional Development )
 Menghasilkan Portofolio Sertifikasi Pendidik
3. Bagi Sekolah
Memiliki guru- guru yang profesional dan mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan serta meningkatnya efektifitas kegiatan belajar.
4. Bagi KKG
Memiliki peluang untuk memberdayakan guru- guru di sekolah, kecamatan, kabupaten/kota dan propinsi terkait melalui berbagai kegiatan sehingga dapat mewujudkan guru- guru yang kompeten, profesional, dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
5. Bagi Pemerintah Kabupaten/ Kota dan Dinas Pendidikan
Memiliki guru- guru yang kompeten, profesional, dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran di kabupaten / kota sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
6. Bagi Pemerintah
a. Secara Nasional, Pemerintah memiliki guru- guru yang kompeten, profesional dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
b. Tertingkatnya mutu layanan pendidikan nasional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
c. Tertingkatnya mutu Pendidikan Nasional.


BAB II
DESKRIPSI PROGRAM SATU TAHUN TERAKHIR

KKG Gugus Dipayuda dalam satu tahun terakhir yakni pada tahun 2009 telah melaksanakan program kegiatan sebagai upaya untuk pemberdayaan guru-guru yang ada dalam Gugus Dipayuda.
Adapun deskripsi pelaksanaan program kegiatan KKG Gugus Dipayuda Banjarnegara dalam satu tahun terakhir adalah sebagai berikut :

A. Strategi dan Metode Pelaksanaan
Strategi dan metode yang digunanakan dalam pelaksanaan program kerja KKG di Gugus Dipayuda, yaitu: 1) identifikasi kebutuhan,; 2) penyampaian materi; 3) pemecahan masalah; 4) Lesson Study; dan 5) Workshop.
Pelaksanaan program diselenggarakan sepenuhnya oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Dipayuda yang dipandu oleh guru pemandu/ fasilitator yang telah mengikuti diklat dan workshop yang diikuti oleh guru kelas dari 8 sekolah yang ada di Gugus Dipayuda mulai dari guru kelas bawah (kelas I, II, dan III) dan guru kelas atas (kelas IV, V, dan VI).
Tujuan yang diharapkan dengan adanya kegiatan KKG secara umum yaitu untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui pemberdayaan KKG. Adapun tujuan secara khusunya, yaitu (a) memberi kesempatan kepada anggota KKG untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik, (b) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih professional bagi anggota KKG, (c) memberdayakan dan membantu anggota KKG dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah, (d) meningkatkan kompetensi dan kinerja anggota KKG dalam mengembangkan profesionalisme guru, (e) meningkatkan mutu proses pembelajaran dan mutu pendidikan yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik, dan (f) mendorong guru untuk memiliki kemampuan menggunakan metode Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) di dalam kelas tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik.
Pelaksanaan kegiatan KKG menggunakan sarana yang dimiliki oleh KKG dengan tidak mengada-ada sarana yang tidak dimiliki dikarenakan dengan kondisi keuangan yang terbatas.
Hasil kegiatan dievaluasi dan disupervisi secara berkala, yang melibatkan unsur pengurus, anggota KKG, ketua gugus, pengawas dan pihak UPTD Pendidikan. Strategi dan metode pelaksanaan program dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru antara lain dengan menggunakan :
a. Strategi Pembelajaran
o Dilaksanakan dengan sistem Kelompok Kerja Guru sesuai dengan jenjang/ tingkatan kelas.
o Dilanjutkan / ada pertemuan seluruh KKG ( dijadikan satu kelas ) untuk sharing dan menerima informasi pendidikan ( pembelajaran ) dari Tutor Inti/ Guru Pemandu.
b. Metode Pembelajaran
o Metode Diskusi
o Metode Pemberian Tugas
o Metode Pemecahan Masalah

B. Sistem Dokumentasi/ Pelaporan
a. Laporan Pelaksanaan Kegiatan.
Laporan Pelaksanaan Kegiatan yang berisi Pendahuluan, Deskripsi Program Kegiatan, Hasil Pelaksanaan Kegiatan, Penutup dan Lampiran ( Struktur Program, Daftar Hadir Kegiatan, Contoh Hasil / Produk Kegiatan KKG, Dokumentasi/Foto Kegiatan).
b. Laporan Keuangan (terlampir)
c. Laporan Daftar Hadir Peserta ( terlampir )

C. Kualitas Program
Dari hasil identifikasi/ temuan di lapangan serta telah dianalisa menurut skala prioritas untuk segera diusahakan pemecahan masalah antara lain :


1 Bidang Kurikulum
a. Pemetaan Kurikulum/ Silabus menurut jenjang / tingkat kelas.
b. Pembuatan Kriteria Ketuntasan Mengajar ( KKM ).
c. Penggunaan Media Pembelajaran IT/ Komputer.
d. Pedoman Penilaian di SD.
2 Bidang Keilmuan/ Mata Pelajaran
a. Pengembangan Pembelajaran Matematika.
b. Pengembangan Pembelajaran IPA.
c. Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
d. Pengembangan Pembelajaran Tematik.
3 Bidang Penelitian di SD
- Pembuatan Proposal/ Merancang PTK.

Rincian Kegiatan
1. Bidang Kurikulum

Program 1 : a. Pemetaan Kurikulum/Silabus menurut/Tingkat Kelas
b. Pembuatan Kinerja Ketuntasan Mengajar (KKM)
Tujuan : Peserta mendapatkan informasi tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Kegiatan : Menyosialisasikan KTSP.
Pelaksanaan : 26 Agustus 2008
Hasil yang diharapkan : Peserta mengerti tentang KTSP.

Program 2 : a. Penggunaan Media Pembelajaran IT/Komputer
b. Pedoman Penilaian di SD
Tujuan : Peserta mendapatkan informasi tentang Media Pembelajaran IT/Komputer dan Pedoman Penilaian di SD.
Kegiatan : Membuat Media Pembelajaran dengan menggunakan IT/Komputer dan membuat pedoman penilaian di SD
Pelaksanaan : 12 September 2008
Hasil : Peserta dapat membuat Media Pembelajaran dengan menggunakan IT/Komputer dan membuat pedoman penilaian di SD

2. Bidang Keilmuan/ Mata Pelajaran

Program 1 : Pengembangan Pembelajaran Matematika
Tujuan : Peserta dapat mengembangkan media Pembelajaran Matematika
Kegiatan : Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Matematika, dan alat peraga Matematika
Pelaksanaan : 19 September dan 17 Oktober 2008
Hasil : Peserta dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Matematika, dan alat peraga Matematika

Program 2 : Pengembangan Pembelajaran IPA
Tujuan : Peserta dapat mengembangkan media Pembelajaran IPA
Kegiatan : Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran IPA, dan alat peraga IPA
Pelaksanaan : 26 September dan 24 Oktober 2008
Hasil : Peserta dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran IPA, dan alat peraga IPA



Program 3 : Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Tujuan : Peserta dapat mengembangkan media Pembelajaran Bahasa Indonesia
Kegiatan : Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan alat peraga Bahasa Indonesia
Pelaksanaan : 3 dan 31 Oktober 2008
Hasil : Peserta dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan alat peraga Bahasa Indonesia

Program 4 : Pengembangan Pembelajaran Tematik
Tujuan : Peserta dapat menyusun bahan ajar Pembelajaran Tematik
Kegiatan : Menyusun bahan ajar Pembelajaran Tematik.
Pelaksanaan : 10 Oktober dan 7 Nopember 2008
Hasil : Peserta mendapatkan informasi tentang Tematik dan mengemangkan Bahan ajar Pembelajaran Tematik.

3. Bidang Penelitian di SD

Program 1 : Pembuatan Proposal / Merancang PTK
Tujuan : Peserta dapat membuat proposal / merancang PTK
Kegiatan : Menyusun proposal / merancang PTK
Pelaksanaan : 7 dan 14 Maret 2009
Hasil : Peserta dapat menyusun Menyusun proposal / merancang PTK

D. Frekuensi Kegiatan per Tahun
Kegiatan KKG dilaksanakan dua kali dalam sebulan setiap minggu ke 1 dan minggu ke 3, sehingga dalam 1 tahun kegiatan yang dilaksanakan bejumlah minimal 10 kali pertemuan.
E. Keterlibatan Peserta/ Kelompok Kerja
Peserta yang terlibat dalam kegiatan KKG baru guru-guru yang ada di SD inti dan SD imbas yang dekat dengan lokasi, kalaupun ada hanya perwakilan saja dari setiap sekolah lingkup satu gugus.
Tingkat keterlibatan peserta kelompok kerja kurang lebih 90%, dikarenakan terkadang ada guru yang berhalangan untuk mengikuti kegiatan yang sudah dijadwalkan oleh KKG. Itupun ada pemberitahuan yang disampaikan secara tertulis kepada pengurus KKG mengenai alasan tidak ikut mengikuti kegiatan.

F. Gambaran Alasan Pelaksanaan Program Kegiatan
Sehubungan dengan adanya aspek yang perlu diketahui tentang peran keberadaan KKG terhadap upaya peningkatan profesional guru Sekolah Dasar, maka diperlukan indikator/ variable permasalahan yang teridentifikasi di lapangan antara lain:
a. Guru masih enggan mengembangkan basik ijasah pendidikan dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pendidikan.
b. Guru kurang kreatif, inovatif, dalam memberikan bantuan layanan pada siswa.
c. Masih rendahnya daya serap/pencapain target kurikulum.
d. Guru kurang optimal dalam penggunaan media ( sarana dan prasarana ) dalam pembelajaran.
e. Guru masih kurang dalam mengembangkan wawasan Ilmu Pendidikan secara jelas.
G. Tempat Pelaksanaan
Tempat pelaksanaan KKG Gugus Dipayuda di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Banjarnegara.
Alamat : Jl. Dipayuda Nomor 23 Banjarnegara
Telepon/Fax : (0286) 591 268 (SDN 1 Krandegan)
HP : 081 327 527 427 (a.n. Harry Utomo, S.Pd)
Web : http://kkggugusdipayuda.blogspot.com/
Email : kkggugusdipayuda@yahoo.co.id
im_hariutomo65@yahoo.co.id

BAB III
RENCANA PELAKSANAAN PROGRAM

A. Strategi dan Metode Pelaksanaan Program KKG Bermutu
a. Pendekatan dalam Model KKG Bermutu
• Proses belajar terstruktur dan mandiri di KKG/MGMP selama 16 minggu, 2 X tatap muka dengan dosen LPTK dan 14 X tatap muka dengan guru pemandu atau tutor daerah.
• Dirancang untuk menggunakan semua paket pembelajaran yang sudah ada dan sudah dikembangkan oleh Pemerintah maupun Lembaga Donor (Lesson Study approach, CLCC, DBE2, NTTPEP, MBE, UT, HYLITE, dll.) secara terintegrasi untuk meningkatkan kompetensi guru.
• Diwadahi oleh website sebagai tempat repositori materi berbentuk digital dan forum diskusi virtual antar guru, dan dengan tutor/guru pamong.

b. Model Belajar Program KKG Bermutu
 model belajar bagi guru dalam meningkatkan kompetensi profesionalnya secara kolaboratif melalui kajian pembelajaran yang komprehensif dan berkelanjutan menuju terciptanya komunitas belajar.
 model penerapan penelitian tindakan kelas oleh guru yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah atau perbaikan pembelajaran.
 dimulai dari kajian pembelajaran, identifikasi masalah, penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, pengumpulan dan analisis data, refleksi dan tindak lanjut, serta pelaporannya
c. Metode Pelaksanaan Program KKG Bermutu
 Ceramah bervariasi
 Diskusi
 Tugas terstruktur
 Tugas mandiri
 Brainstorming

d. Rencana Anggaran Belanja (terlampir)
B. Materi Kegiatan
1. Materi In Service
In Service 1 a. Penggunaan TIK dan Materi on line
b. KTSP
c. Pengenalan BBM BERMUTU
In Service 2 a. Pembahasan program kerja KKG
b. Evaluasi kinerja guru
c. Model-model pembelajaran
In Service 3 a. Pembentukan karakter guru dan peserta didik
b. Penjelasan pengisisian lembar Monev
2. Materi 16 kali Pertemuan
Pertemuan 1 Pengenalan program BERMUTU
Pertemuan 2 Identifikasi Masalah
Pertemuan 3 Perencanaan Tindakan dan Penetapan Instrumen
Pertemuan 4 Pelaksanaan Tindakan
Pertemuan 5 Analisis dan Interpretasi Data
Pertemuan 6 Refeleksi dan Tindak Lanjut
Pertemuan 7 ICT: Microshof Word dan Exel
Pertemuan 8 ICT : Internet
Pertemuan 9 Identifikasi Masalah
Pertemuan 10 Perencanaan Tindakan dan Penetapan instrumen
Pertemuan 11 Penyususan Proposal
Pertemuan 12 Pelaksanaan Tindakan
Pertemuan 13 Analisis dan Interpretasi data
Pertemuan 14 Refleksi dan Perencanaan Siklus II
Pertemuan 15 Penyusunan Draf Laporan PTK
Pertemuan 16 Penyelesaian Laporan PTK

Keterangan: Materi action plan terlampir

C. Nara Sumber/ Instruktur/ Guru Inti / Peserta
Diambil dari nara sumber / instruktur / guru inti sesuai dengan kepakarannya dan memenuhi syarat- syarat di bawah ini :
a. Guru Pemandu / Guru inti yang mengikuti TOT di LPMP
b. Pengawas TK/SD yang kompeten dalam Program Bermutu
c. Widyaiswara LPMP
d. Dosen LPTK
e. Minimal berijasah Strata 1 atau Diploma IV berakta
Dalam kegiatan di KKG Gugus Dipayuda narasumber yang terlibat dalam kegiatan antara lain :
a. Widhi Hastuti, S.Pd. Kadindikpora Kecamatan Banjarnegara.
b. H. Sumaryo, M.Pd. Pengawas TK/SD Dindikpora Kec. Banjarnegara
c. Sujadi, S.Pd., MM. Guru Pemandu dan sebagai Provincial Core Team Bermutu Jawa Tengah.
d. Sunarto, S.Pd, M.Pd. Guru Pemandu dan sebagai District Learning Coordinator USAID DBE 2 Jawa Tengah.
Peserta berasal dari 8 Sekolah di Gugus SD Inti SD Negeri 1 Krandegan Banjarnegara terdiri dari guru kelas 1 sampai dengan kelas 6.
Adapun daftar nama peserta KKG Gugus Dipayuda adalah sebagai berikut:
NO NAMA NIP MENGAJAR KELAS
1 Ngafijah 130378554 I
2 Usmiyati, S.Pd. 130840870 V
3 Yoeni Ambarwati, S.Pd. 130962692 VI
4 Harwati 130962764 I
5 Setiarti, S.Pd, SD 131028607 IV
6 Suyadi 131327854 I-VI (OR)
7 Wahyuni 131443359 II
8 Hari Utomo, S.Pd. 131513793 VI
9 Farida Sundarini, S.Pd. 131727153 V
10 Nur Faridah 131372293 I-VI (Agm)
11 Gunadi, S.Ag. 131372400 I-VI (Agm)
12 Yunias Hartinah, S,Th. 130772537 I-VI (Agm)
13 Hesti Susanti, S.Pd. 132213951 II
14 Alqodri, S.Pd.SD 132069100 IV
15 Hj. Marwati, S.Pd. 131869138 III
16 Surtiyah, S.Pd, SD I
17 Sudarko, S.Pd. 130379176 /19511102 197401 1 001 VI
18 Mardiyah 130378242 / 19500101 197401 2 003 I
19 Yuni Handayani 130830179 IV
20 Sularso, S.Pd.SD 131033207 / 19590711 198201 1 005 III
21 Titik Sugiarti, S.Pd.SD 131185726 / 19640215 198304 2 003 VI
22 Harjono, S.Pd. 131185896 / 19590104 198304 1 004 Gr OR I-VI
23 Sri Handayaningsih, S.Pd.SD 130736433 / 19610101197911 2 001 IV
24 Dra. Ani Laela Mukaromah 130376345 / 19590831 197911 2 002 III
25 Sriyanti, S,Pd 131185766 / 19621002 198304 2 007 I
26 M. Anshori, SAg 130620202 / 19550501 197802 1 004 I-III
27 Urip Mujiyanti, S.Pd.SD 132099101 / 19680513 199403 2 007 II
28 Sri Handarumi, S.Pd 131869379 / 19660221 198910 2 001 V
29 Kamilah Siswati, S.Pd 132099090 / 19660509 199403 2 006 V
30 Sri Rupiah 130 491 235 III
31 Sukirman 130 574 722 VI
32 Fahrudin 130 620 215 I-VI
33 Sudarinah 130 839 212 V
34 Suwarti 130 962 658 I
35 Mujiastuti 130 962 772 IV
36 Siti Nurfatmah 131 241 754 II
37 Nur Hindiyati 130 455 147 I
38 Sugiarto 130 491 409 V
39 Indri Wahyuni 130 962 786 IV
40 Ani Faridah 130 627 797 VI
41 Mu’minati 131 372 427 I-VI
42 Wardi 131 730 271 I-VI
43 Hadi 130 378 582 VI
44 Saptowati 130 574 730 V
45 Juniarti 130 379 134 I
46 Titi Mulyaningsih 131 185 861 II
47 Khamidah, A.Ma 131 372 254 I-VI
48 Rochmadi 131 513 845 III
49 Siti Zahro, A.Ma 130 372 302 IV
50 Suwarsi 130 378 553 II
51 Slamet 130 620 211 IV
52 Wasito 130 840 550 V
53 Sukeni 131 185 705 III
54 Siti Nurjanah 131 241 708 I
55 Waris 500 107 817 VI
56 Turijah 130 378 577/ 19510212 197401 2 003 I
57 Mardiyah 130 455 123 / 19540801 197501 2 003 II
58 Yuliana Sutiyem 130620179/ 19491210 197802 1 002 V
59 Siti Nurrochmah 130962794/ 19570712 198201 2 015 VI
60 Moh. Sutamrin 131 082 927/ 19570712 198201 1 005 I-VI
61 Warsinah 131869280/ 19680108 198910 2 001 IV
62 Waginah 130 362 546 III
63 Siti Saripin 130 378 141 II
64 Sudarti 130 574 633 I
65 Siti Yuliati 131 082 938 I-VI(Agm)
66 Sabar Nurlingati 131 372 413 V
67 Kanti Lestari, S.Pd 132 069 094 VI

D. Waktu dan Jadwal Pelaksanaan ( terlampir )

E. Tempat Kegiatan
Tempat pelaksanaan KKG Gugus “ Dipayuda” di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Banjarnegara
Alamat : Jl. Dipayuda Nomor 23 Banjarnegara
Telepon/Fax : (0286) 591 268 (SDN 1 Krandegan)
HP : 081 327 527 427 (a.n. Harry Utomo, S.Pd)
Web : http://kkggugusdipayuda.blogspot.com/
Email : kkggugusdipayuda@yahoo.co.id
im_hariutomo65@yahoo.co.id

F. Rencana Monitoring dan Evaluasi
Rencana monitoring dan evaluasi dilaksanakan sejak persiapan, saat pelaksanaan kegiatan dan pada akhir program ( terlampir )

G. Rencana Pelaporan
Rencana pelaporan dilaksanakan pada saat awal kegiatan, dilanjutkan pada laporan bulanan dan dirangkum dalam laporan tengah tahun serta pelaporan keseluruhan kegiatan pada akhir tahun.

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Berpijak pada kesadaran dan keinginan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya kualitas profesional guru Sekolah Dasar, yang pada gilirannya bermuara pada upaya peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah Dasar, Sehingga keberadaan dan peranan KKG Bermutu akan menghasilkan tenaga yang berkualitas

B. Rekomendasi
Untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan program KKG Bermutu, maka disarankan:
a. Pada jajaran Instansi terkait untuk secara konsisten dalam merealisasi pelaksanaan Program Bermutu
b. Bagi guru peserta program tersebut perlu berbenah diri untuk meningkatkan profesionalisme dalam meningkatkan kinerjanya.